Jerawat adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. Prevalensi tertinggi yaitu pada umur 16-17 tahun, dimana pada wanita berkisar 83-85% dan pada pria berkisar 95-100%. Dari survei di kawasan Asia Tenggara, terdapat 40-80% kasus jerawat, sedangkan di Indonesia, catatan kelompok studi dermatologi kosmetika Indonesia, menunjukkan terdapat 60% penderita jerawat pada tahun 2006 dan 80% pada tahun 2007.

Minor acne adalah suatu bentuk acne ringan yang dialami oleh 85% remaja, gangguan ini masih dianggap proses fisiologis, 15% remaja menderita mayor acne yang cukup hebat sehingga mendorong mereka untuk berobat ke dokter. Dalam masa remaja maka fisik anak akan menjadi dewasa. Seringkali penyimpangan-penyimpangan dari pada bentuk badan wanita atau laki-laki menunjukkan kegusaran batin mendalam karena pada masa ini perhatian remaja sangan besar tehadap penampilan dirinya. Bila ia mengerti bahwa badannya tadi memenuhi persyaratannya, maka hal ini berakibat positif terhadap penilaian dirinya. Bila ada penyimpangan-penyimpangan timbullah masalah-masalah yang berhubungan dengan penilaian diri dan sikap sosialnya. Walaupun acne tidak mengancam kehidupan, namun acne dapat menyebabkan konsekuensi psikologis yang berat dan menimbulkan efek negatif pada kualitas hidup penderita, untuk itu penanganan yang baik perlu dilakukan bukan hanya untuk tujuan kosmetik. Dari prevalensi jerawat di atas dapat disimpulkan bahwa hampir sebagian besar masyarakat khususnya remaja pernah menderita jerawat. Jerawat sendiri, selain dapat menyebabkan ketidaknyamanan secara fisik baik dikarenakan nyeri akibat jerawat. Selain menimbulkan bekas di wajah, efek utama jerawat adalah pada jiwa seseorang, seperti dampak psikologis dan menurunnya kualitas hidup.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. ETIOLOGI

Jerawat (acne vulgaris) adalah suatu penyakit inflamasi kronis dari unit pilosebaceous yang utamanya muncul pada usia remaja. Sebagian besar kasus jerawat/acne menunjukkan gambaran lesi pleomorfik yang terdiri dari komedo, papula, pustula, dan nodul dengan luas serta keparahan yang bervariasi. Meskipun perjalanan penyakit jerawat/acne dapat sembuh dengan sendirinya, namun dapat memberikan gejala sisa berupa bintik atau bercak dan jaringan parut hipertrofi.

Acne vulgaris atau biasa yang dkenal dengan Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati mati. Meski jerawat dapat dialami oleh siapa saja, namun sebagian besar kasus jerawat terjadi dimasa puber, yaitu pada remaja berusia 10-13 tahun, dan semakin buruk pada orang dengan orang kulit berminyak. Jerawat pada remaja umumnya akan hilang sendiri pada awal usia 20 tahun.namun pada sebagian kasus, masih ada yang mengalami masalah jerawat hingga usia 20 tahun terutama wanita.

Masalah Jerawat adalah penyakit kulit kronis akibat abnormalitas produksi sebum pada kelenjar sebasea yang muncul pada saat kelenjar minyak pada kulit terlalu aktif. Jerawat dapat terjadi pada usia muda atau tua dengan persentase kejadian pada wanita sebanyak 27% dan 34% pada pria.

Etiologi jerawat (acne vulgaris) diketahui melibatkan kombinasi dari empat faktor yaitu hiperproliferasi folikular epidermal dengan penyumbatan folikel, produksi sebum berlebih, aktivitas bakteri Propionibacterium Acne, dan peradangan. Selain dari itu,  jerawat juga dipengaruhi oleh etiologi genetik dan lingkungan seperti polusi, gaya hidup, dan kebiasaan.

  1. GEJALA KLINIS

Pada dasarnya acne memiliki gejala yang cukup umum yaitu benjolan kecil (papul) yang muncul diatas kulit. Benjolan tersebut biasanya berwarna merah atau kuning karna mengandung nanah. Selain itu, ada beberapa tanda lainnya dari jerawat, seperti sensasi panas/terbakar akibat adanya peradangan dan timbulnya rasa gatal. Selain itu juga ada juga gejala khas jerawat berupa komedo. Komedo mengandung sumbatan sebum. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh seperti wajah, leher, punggung dan dada. Gejala nya adalah munculnya bintik (komedo) yang berwarna hitam atau putih. Komedo hitam adalah bintik berwarna hitam yang muncul dipermukaan kulit. Bintik hitam tersebut bukan berasal dari kotoran, namun karena terpapar dengan oksigen diudara. Sedangkan komedo putih terletak dibawah permukaan kulit, dan memiliki tekstur yang lebih keras.

Diagnosis acne vulgaris dapat ditegakkan berdasarkan anamnesa perjalanan penyakit dan juga melihat gambaran klinis, namun pemeriksaan laboratorium untuk melihat kadar androgen dan juga kultur dari lesi kulit dapat dilakukan dalam beberapa keadaan tertentu. Pada anamnesis pasien dengan jerawat keluhan utama biasanya adalah bintil merah apada wajah atau punggung yang disertai gejala local seperti rasa nyeri dan kemerahan, sedangkan gejala sistemik hampir tidak pernah ada. Gejala lain yang mungkin dikeluhkan pasien adalah adanya bekas jerawat berupa cekungan pada kulit sehingga kulit terlihat tidak rata. Proses terjadinya jerawat, tahap awalnya terjadi sumbatan pada folikel rambut atau pori-pori, sehingga terjadi penumpukan minyak dalam kulit, ketika itu terjadi, koloni bakteri jerawat akan tumbuh dan berkembang, kemudian dapat menyebabkan terbentuknya komedo putih dan komedo hitam. Keseluruhan proses tersebut akan menyebabkan peradangan, sehingga menimbulkan jerawat. Dengan menjaga kebersihan wajah seperti mencuci wajah agar terhindar dari minyak berlebihan yang menyebabkan timbulnya jerawat.

Penyebab yang pasti dari acne vulgaris ini belum diketahui dengan jelas tetapi banyak factor yang berpengaruh yaitu:

  1. Sebum merupakan factor utama penyebab timbulnya ac Acne yang keras selalu disertai pengeluaran sebore yang banyak.
  2. Bakteri mikroba yang terlibat pada terbentuknya acne adalah Corynebacterium acnes, staphylococcus epidermis.
  3. Hormon androgen memegang peranan yang penting karena kelenjar palit sangat sensitive terhadap hormone ini. Hormone ini berasal dari kelenjar adrenalin yang menyebabkan kelenjar palit bertambah besar dan produksi sebum meningkat.
  4. Iklim, acne bertambah hebat pada musim dingin sebaliknya kebanyakan membaik pada musim panas.
  5. Psikis pada beberapa penderita, stress dan gangguan emosi dapat menyebabkan eksaserbasi acne.
  6. Kosmetika, pemakaian bahan kosmetik tertentu, secara terus menerus dapat menyebabkan acne ringan.
  7. PATOGENESIS

Jerawat terbentuk ketika kelenjar minyak pada kulit terlalu aktif, sehingga menyebabkan pori kulit tersumbat oleh timbunan lemak. Keberadaan keringat, debu, dan kotoran lain akan menyebabkan timbunan lemak menjadi kehitaman yang lebih dikenal dengan komedo. Komedo yang disertai dengan infeksi bakteri akan menimbulkan peradangan yang dikenal dengan jerawat. Dimana ukurannya bervariasi mulai dari kecil hingga besar serta berwarna merah, kadang bernanah serta menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, jerawat juga dapat dipengaruhi oleh hormone-hormon androgenic seperti  testosterone yang mengakibatkan pembesaran kelenjar sebasea yang akhirnya meningkatkan produksi sebum

  1. PENATALAKSAAN

Manfaat Temulawak Sebagai Obat Jerawat 

Temulawak (Curcuma xanthorriza) merupakan antiseptic alami yang baik digunakan untuk pengobatan jerawat. Temulawak membersihkan kulit dari bakteri penyebab jerawat, dan juga bermanfaat untuk menghaluskan kulit. Menghilanghkan jerawat dengan temulawak memang merupakan salah satu dari banyak cara mengobati jerawat. Namun aromanya yang menyengat menjadikan orang enggan menggunakannya.

Kandungan dalam temulawak banyak sekali kandungan nya yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Beberapa kandungan zat gizi yang terkandung dalam temulawak antara lain protein, lemak, karbohidrat, kalium, serta zat minyak yang disebut zat minyak atsiri. Minyak ini mengandung kamfer, xanthorrizol, phelandren, sineal dan tumerol. Minyak yang tekandung dalam temulawak juga dapat dimanfaatkan sebagai obat luar untuk memperhalus dan mencerahkan wajah.

Manfaat Temulawak

Manfaat temulawak untuk kesehatan memang sudah tidak perlu diragunkan lagi, tetapi tentunya berbeda dengan manfaat temulawak untuk kecantikan. Masih banyak orang yang belum mengetahui berbagai macam manfaat temulawak untuk wajah.

  1. Membantu mengatasi jerawat

Manfaat temulawak untuk wajah yang pertama adalah untuk mengatasi jerawat. Temulawak dipercaya memiliki efek antiinflamasi untuk membantu meredakan peradangan jerawat dan membuat jerawat menjadi lebih cepat kering.

  1. Menghaluskan wajah

Manfaat temulawak untuk wajah yang kedua adalah menghaluskan wajah.Wajah yang kasar umumnya disebabkan oleh wajah yang kering. Wajah yang kasar bukan hanya terlihat kurang menarik, tetapi juga membuat kita lebih sulit untuk mengaplikasikan make up. Perawatan wajah menggunakan masker temulawak secara rutin dipercaya dapat memelihara kulit sehingga kulit pun akan menjadi lebih halus. Wajah pun menjadi lebih segar dan make up akan telihat lebih menyatu dengan wajah.

  1. Kulit menjadi lebih cerah

Manfaat temulawak untuk wajah selanjutnya adalah dapat mencerahkan kulit. Temulawak memiki khasiat untuk membantu mengangkat sel-sel kulit mati di wajah. Penumpukan sel kulit mati di wajah memang merupakan salah satu penyebab dari kulit yang kusam dan gelap. Exfoliating wajah secara rutin untuk mengangkat sel kulit mati sangatlah penting untuk mengemablikan kecarahan kulit. Temulawak dapat membantu proses exfoliating tersebut dan mewujudkan kulit cerah yang Anda impikan.

  1. Mengencangkan kulit

Mengencangkan kulit bisa dilakukan dengan cara alami yaitu menggunakan temulawak. Penggunaan temulawak secara rutin dipercaya dapat mengahasilkan kulit yang lebih kencang. Kandungan antioksidan dalam temulawak memiliki peran dalam proses mambantu mengencangkan kulit.

  1. Menyamarkan noda hitam

Paparan sinar matahari dan radikal bebas, bekas jerawat, dan gejala penuaan bisa memicu timbulnya noda hitam pada wajah. Jika dibiarkan, noda hitam bisa semakin banyak jumlahnya.

Cara menyamarkan noda hitam bisa dilakukan dengan menggunakan masker secara rutin. Salah satu masker alami yang bisa Anda gunakan untuk membantu menyamarkan noda hitam adalah masker temulawak.

  1. Melembapkan kulit

Kulit kering lebih rentan terhadap iritasi jika dibandingkan dengan kulit berminyak. Hal ini lah yang menjadi alasan mengapa menjaga kelembapan kulit menjadi sangat penting. Kulit yang lembap dan terhidrasi dengan baik adalah salah satu ciri kulit sehat.

  1. Mencegah terjadinya penuaan dini

Khasiat temulawak untuk wajah yang banyak dipercaya selanjutnya adalah dapat mencegah penuaan dini. Perawatan anti-aging merupakan hal yang penting dilakukan, bahkan ketika baru memasuki usia 20-an.

Terdapat berbagai macam pilihan perawatan anti-aging, tapi jika menginginkan yang paling aman, maka sebaiknya pilihlah perawatan secara alami. Anda bisa memilih temulawak sebagai salah satu perawatan anti-aging.

  1. Menyamarkan bekas luka di wajah

Bekas luka di kulit adalah hal yang mengganggu, terutama jika letaknya di bagian wajah. Khasiat temulawak untuk wajah lainnya adalah dapat membantu menyamarkan bekas luka di wajah. Manfaat temulawak untuk wajah yang satu ini tentunya baru akan menunjukkan hasil jika dilakukan secara rutin dan konsisten.

  1. Mengecilkan pori-pori

Pori-pori yang besar bisa menjadi masalah yang serius untuk sebagian orang. Selain sulit untuk ditutupi dengan make up, pori-pori yang besar juga membuat wajah rentan terhadap jerawat. Temulawak bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah tersebut karena temulawak dipercaya dapat membantu mengecilkan pori-pori.

  1. Antioksidan bagi kulit

Sebagai antioksidan alami, temulawak dapat membantu memelihara kesehatan kulit dan mencegah berbagai masalah kulit akibat radikal bebas yang mungkin menyerang Anda.

Cara Menggunakan Temulawak

Manfaat temulawak untuk wajah bisa didapatkan dengan dua cara yaitu dengan konsumsi sari temulawak atau dengan menggunakan masker temulawak. Pilihlah temulawak bubuk untuk dijadikan masker agar penggunaannya lebih mudah. Anda juga bisa mencampurkan bahan lainnnya seperti madu, minyak zaitun, hingga lemon untuk bahan masker. Pemilihan bahan campuran bisa disesuakan dengan kebutuhan kulit Anda. Lakukanlah perawatan secara rutin agar lebih efektif. Perawatan  wajah menggunakan bahan alami merupakan perawatan jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dirasakan secara instan. Maka dari itu, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam menjalaninya. Tiap perawatan juga mungkin memiliki efek yang berbeda pada setiap orang. Jika perawatan menggunakan temulawak memberikan efek positif pada wajah Anda, maka Anda bisa melanjutkannya. Apabila yang muncul justru efek negatif, itu tandanya terdapat ketidakcocokan Antara kulit Anda dan temulawak, sehingga lebih baik mencari jenis perawatan lainnya.

Cara mengolah temulawak menjadi masker penghilang jerawat.

Bahan-bahan yang diperlukan

  • Temulawak dengan besar lebih kurang 2 cm
  • Air bersih

Caranya, Bersihkan temulawak dengan cara dicuci bersih. Kemudian kupaslah kulit temulawak, lalu parut dan campurkan dengan kurang lebih 2 (Sdm) air. Aduk sampai merata. Masker siap digunakan.

Cara pemakaian

Oleskan masker secara merata di seluruh wajah. Lebih baik digunakan sebelum tidur. Diamkan kurang lebih 15 s/d 20 menit. Lalu bilas kembali wajah sampai bersih. Namun masker ini jangan sampai dibawa tidur. Karena hal ini dapat menyumbat pori-pori dan menghalangi sirkulasi udara pada wajah anda.

Mengolah Temulawak menjadi bedak dingin anti inflamasi

Bila anda memiliki jenis jerawat yang meradang dan menimbulkan kemerahan pada kulit wajah anda. Ada baiknya anda juga meramu/membuat bedak dari bahan temulawak ini. Bedak temulawak lawak ini bisa anda buat dengan beberapa bahan campuran yang sangat baik dipakai baik bagi anda yang memiliki jenis kulit kering ataupun kulit berminyak. Berberapa bahan yang harus anda siapkan:

  • Temulawak dengan besar lebih kurang 2 cm
  • Beras
  • Minyak zaitun.

Caranya, cuci dan bersihkan temulawak kemudian kupas kulitnya hingga bersih. Kemudian haluskan. Bisa dengan parut atau bisa juga diblender. Langkah selanjutnya Buatlah beras menjadi tepung beras. Kemudian Temulawak yang telah halus tadi campurkan dengan tepung beras (lebih kurang 3 sdm). Aduk sampai merata. Setelah itu campurkan lagi dengan minyak zaitun (1 sdm). Lalu aduk lagi sampai merata. Bagi anda yang memiliki jenis kulit berminyak bisa juga ditambahkan 1 (sdm) perasan jeruk nipis. Buatlah berbentuk bola-bola kecil lalu keringkan dibawah sinar matahari.

Cara Pemakaian

Larutkan bedak dingin yang berbentuk bola-bola kecil tersebut dengan air secukupnya. Oleskan kebagian wajah secara merata. Untuk pengobatan Gunakan bedak dingin selama kurang lebih 3 atau 4 jam agar bahan alami yang terkandung dalam bedak dapat diresap dan memperbaiki sel-sel kulit. Untuk mendapatkan hasil maksimal. Gunakan bedak ini 3 sampai 4 kali dalam seminggu. Untuk perawatan, gunakan bedak minimal 1 kali dalam seminggu.