Epidemi masalah tembakau akibat rokok merupakan salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat. Sekitar satu orang meninggal setiap enam detik akibat rokok, terhitung untuk satu dari 10 kematian orang dewasa (WHO, 2013). World Health Organization (WHO) memperkirakan separuh kematian di Asia dikarenakan tingginya peningkatan penggunaan tembakau. Angka kematian akibat rokok di negara berkembang meningkat hampir 4 kali lipat. Pada tahun 2000 jumlah kematian akibat rokok sebesar 2,1 juta dan pada tahun 2030 diperkirakan menjadi 6,4 juta jiwa (Aliansi Pengendalian Tembakau Indonesia, 2013).

Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica, dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan (Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012). Sebatang rokok mengandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun yang berbahaya dimana 43 diantaranya bersifat karsinogenik (Aditama, 2013). Komponen utama rokok adalah nikotin, yaitu zat yang dapat menyebabkan kecanduan, tar yang bersifat karsinogenik, dan karbonmonoksida (CO) yang dapat menurunkan kandungan oksigen dalam darah. Rokok juga dapat menimbulkan penyakit seperti jantung koroner, stroke dan kanker.

WHO menekankan bahwa rokok yang mengalami proses pembakaran selain berbahaya bagi si perokok, asap rokok yang dihasilkan juga dapat membahayakan orang-orang di sekitarnya yang menghirupnya sebagai perokok pasif atau second-hand smoker, karena asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan kanker (WHO, 2009).

Meskipun sebagian besar masyarakat mengetahui bahaya merokok, karena papan iklan rokokpun menyampaikan hal tersebut, namun kebiasaan merokok tetap dilakukan, dimana tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa namun juga remaja bahkan siswa sekolah.

Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, termasuk rokok kretek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica, dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan (Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012).

Macam-macam rokok : (Kemenkes, 2017).

  1. Rokok filter/kretek adalah tembakau dan bahan tambahan lain yang digulung/dilinting dengan kertas baik dengan tangan atau menggunakaan mesin.
  2. Rokok elektronik adalah suatu alat yang berfungsi seperti rokok namun tidak menggunakan ataupun membakar daun tembakau, melainkan mengubah cairan menjadi uap yang dihisap. Rokok elektronik umumnya mengandung nikotin, zat kimia lain, serta perasa/flavour dan bersifat toksik/racun. Di pasaran rokok elektronik diistilahkan dengan rokok elektrik, vapour, vape, e-cig, e-juice, e-liquid, personal vaporizer (pv), e-cigaro, electrosmoke, green cig, smartsmoke, dan smartcigarette.
  3. Cerutu adalah tembakau murni dalam bentuk lembaran yang menyerupai rokok.
  4. Sisha (rokok Arab) adalah tembakau yang dicampur dengan aroma atau perasa buah-buahan dan rempah-rempah yang dihisap dengan alat khusus.
  5. Pipa/cangklong adalah tembakau yang dimasukkan ke dalam pipa.

Gambar 1 : Kandungan dalam sebatang rokok.

Di dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (karsinogenik).

Karbonmonoksida (CO) adalah salah satu gas yang beracun menurunkan kadar oksigen dalam darah, sehingga dapat menurunkan konsentrasi dan timbulnya penyakit berbahaya. Tar adalah kondensat asap yang merupakan total residu dihasilkan saat Rokok dibakar setelah dikurangi Nikotin dan air, yang bersifat karsinogenik. Nikotin adalah zat, atau bahan senyawa pyrrolidine yang terdapat dalam Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang bersifat adiktif dapat mengakibatkan ketergantungan.

Siklus adiksi nikotin :

Nikotin terserap dalam darah dan diteruskan ke otak  →  Reseptor ἀ4 ß2 menerima nikotin → Pelepasan dopamin yang menyebabkan timbul rasa nyaman → dopamin berkurang setelah selesai merokok, sehingga rasa nyaman hilang dan timbul keinginan untuk kembali merokok.

Menurut data dan situasi rokok Indonesia (Wijaya, 2013) beberapa penyakit yang diakibatkan oleh merokok, adalah :

  1. 90% penyakit kanker paru-paru pada pria dan 70% pada wanita.
  2. 56-80% penyakit saluran pernafasan (brokhitis kronis dan pneumonia).
  3. 22% penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya.
  4. 50% impotensi pada pria.
  5. Infertilitas pada wanita baik sebagai perokok aktif maupun pasif.
  6. Abortus spontan, bayi berat lahir rendah, bayi lahir mati dan komplikasi melahirkan lainnya pada wanita.
  7. Meningkatkan infeksi saluran pernafasan, penyakit telinga tengah, asma atau sudden infant death syndrome (SIDS) pada bayi dan anak-anak.

Adanya kandungan senyawa kimia dalam asap hasil pembakaran rokok (asap sampingan) membuat perokok pasif atau second-hand smoker yang sekalipun tidak merokok namun tidak sengaja menghirup asap tersebut maka akan menerima akibat buruk dari kegiatan merokok orang di sekitarnya. Asap sampingan yang ditimbulkan memiliki kadar senyawa kimia lebih tinggi dibandingkan dengan asap yang dihisap oleh perokok, seperti (Sharon et al., 2001) :

  1. Aseton, 2–5 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  2. Benzene, 10 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  3. Gas CO (karbon monooksida), 2,5–4,7 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  4. Nikotin, 1,8–3,3 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  5. Asam asetat, 1,9–3,9 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  6. Hidrogen sianida, 4,2–6,4 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  7. Toluen, 6–8 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  8. Anilin, 30 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.
  9. Nikel, 3 kali lebih tinggi dalam asap sampingan.

Gambar 2 : Akibat asap rokok.

Manfaat berhenti merokok :

    1. 20 menit

    Tekanan darah, denyut nadi dan aliran darah tepi membaik.

    1. 12 jam

    Hampir semua nikotin dalam tubuh sudah di metabolisme, kadar CO dalam darah kembali normal.

    1. 1-2 hari

    Nikotin mulai tereliminasi dari tubuh. Fungsi pengecap dan penciuman mulai membaik. sistem kardiovaskuler meningkat baik.

    1. 5 hari

    Nikotin mulai tereliminasi dari tubuh. Fungsi pengecap dan penciuman mulai membaik. sistem kardiovaskuler meningkat baik.

    1. 2-6 minggu

    Fungsi silia saluran napas dan fungsi paru membaik. Napas pendek dan batuk-batuk berkurang.

    1. 1 tahun

    Risiko penyakit jantung koroner menurun setengahnya.

    1. 5 tahun

    Risiko stroke menurun pada level yang sama seperti orang tidak pernah merokok.

    1. 10 tahun

    Risiko kanker paru berkurang setengahnya.

Cara berhenti merokok :

  1. Berhenti Seketika

Hari ini anda masih merokok, besok anda berhenti sama sekali.

  1. Penundaan

Menunda saat menghisap rokok pertama, 2 jam setiap hari dari hari sebelumnya. Jumlah rokok yang dihisap tidak dihitung. Berhenti merokok direncanakan dalam 7 hari.

  1. Pengurangan

Jumlah rokok yang dihisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur dengan jumlah yang sama sampai 0 batang pada hari yang ditetapkan. Misalnya hari pertama 10 batang, lalu selang 1 atau 2 hari turun jadi 8 batang dan seterusnya. Untuk cara ke-3 harus sejak awal ditentukan pola penurunannya dan tanggal berapa berhenti menjadi nol, dan tanggal itu harus diberitahu ke keluarga, kerabat, dll agar mereka dapat membantu mengingatkan.

Tips berhenti merokok :

  1. Bulatkan tekad dan tujuan berhenti merokok. Mulailah untuk menentukan alasan yang lebih spesifik dan kuat, seperti ingin melindungi keluarga (perokok pasif) dari risiko terkena kanker paru-paru.
  2. Berhenti merokok seketika (total) atau melakukan pengurangan jumlah rokok yang dihisap perhari secara bertahap. Kurangi frekuensi merokok dan jumlah rokok secara bertahap, sehingga pikiran dan tubuh akan mulai terbiasa terhindar dari kecanduan nikotin sedikit demi sedikit.
  3. Kenali waktu dan situasi dimana anda paling sering MEROKOK. Bagi para perokok ada waktu dimana kebiasaan merokok paling sering dilakukan, seperti sesudah makan dan saat nongkrong bareng teman-teman. Alihkan kebiasaan merokok dengan aktifitas lain, misalnya mengunyah permen sebagai pengganti.
  4. Tahan keinginan merokok dengan menunda. Menahan diri adalah salah satu kunci dimana anda akan dapat mengendalikan diri dari keinginan merokok. Setiap kali anda merasakan dorongan kuat untuk merokok, tundalah hal tersebut selama 5 menit sebelum menyalakan rokok. Di hari berikutnya jika muncul dorongan tersebut tingkatkan penundaan menjadi 10 menit, tambah 5 menit penundaan setiap harinya. Dengan cara ini tubuh anda akan menyadari bahwa dorongan untuk merokok semakin lama akan menghilang secara perlahan.
  5. Berolahraga secara teratur. Olahraga secara teratur seperti jogging dan jalan kaki akan membantu mendapatkan mood yang lebih baik, tubuh dan pikiran menjadi fresh. Dengan aktivitas olahraga akan membuat terhindar dari stress, sehingga tidak perlu merokok lagi sebagai alasan untuk menghilangkan stress.
  6. Meminta dukungan dari kerabat dan keluarga untuk selalu mengingatkan tidak merokok. Dukungan teman dan kerabat dekat akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan berhenti merokok.
  7. Konsultasikan dengan Dokter untuk membantu menghadapi ketergantungan pada nikotin.