Sebagai negara tropis dengan banyaknya hutan, Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara dengan angka kejadian infeksi cacing yang cukup tinggi. Di Indonesia, 60-90% infeksi cacing terjadi pada anak-anak. Kebanyakan infeksi cacing di Indonesia disebabkan oleh Ascaris lumbricoides, yang termasuk ke dalam golongan cacing gelang. Infeksi cacing ini tersebar melalui tanah yang mengandung telur cacing. Tempat hidup telur dari cacing ini adalah tanah liat dengan kelembapan udara tinggi dan suhu 25-30 derajat celcius. Kondisi tersebut sangat baik untuk perkembangan telur menjadi bentuk infektif.

Infeksi cacing ini berhubungan dengan higienitas individu yang buruk, sanitasi yang buruk, serta daerah yang menggunakan feses manusia sebagai pupuk. Tempat infeksi utama di dalam tubuh manusia adalah usus. Ada dua jenis bentuk yang dapat menginfeksi manusia, yaitu larva cacing dan cacing dewasa. Pada infeksi berat, dapat terjadi malabsorpsi nutrisi yang ditandai dengan perut buncit.

Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi larva cacing antara lain batuk dan demam ketika larva berada di paru-paru. Sedangkan gejala yang ditimbulkan oleh cacing dewasa antara lain mual, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi. Efek serius yang mungkin terjadi adalah ketika cacing menggumpal dalam usus yang dapat menyumbat usus. Infeksi cacing ini dapat sembuh total dengan pengobatan dimana angka kesembuhan berkisar antara 70-99%. Terkadang cacing dewasa keluar dengan sendirinya melalui anus bersamaan dengan keluarnya tinja.

 

(Amanda S. Sinulingga, M.Si., Apt.)

 

#apotek #obat #kimiafarmabandung #apotekkimiafarmabandung #infokesehatan