Masih membahas mengenai alergi, kali ini kita akan berbicara mengenai bentuk lain dari alergi, yaitu rhinitis alergi. Rhinitis alergi adalan radang yang terjadi pada rongga hidung akibat adanya pemicu alergi yang terhirup. Rhinitis alergi adalah salah satu factor resiko terjadinya asma dimana hampir 38% pasien rhinitis alergi berkembang menjadi asma. Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien rhinitis alergi adalah pendarahan pada hidung dan sinusitis berulang.

Rhinitis terbagi menjadi 2 jenis, yaitu

  1. Musiman: terjadi hanya pada waktu-waktu tertentu dalam setahun dan merupakan respon dari pemicu alergi yang hanya ada di waktu tertentu. Contohnya alergi serbuk sari ketika dating musim semi.
  2. Menetap: terjadi dalam selang waktu yang lama dimana pemicu alerginya selalu ada setiap saat seperti kutu atau jamur.

Gejala yang timbull dari rhinitis alergi antara lain bersin, perasaan keluarnya lendir dari hidung yang dapat disertai batuk dan serak, gatal dan kemerahan pada mata, hidung, atau telinga. Gejala yang tidak ditangani dapat mengakibatkan lemas, insomnia, dan penurunan efektivitas kerja.

Seperti alergi pada umumnya, rhinitis alergi juga hanya dapat dicegah dan dikurangi gejalanya dengan menggunakan obat anti alergi. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari pemicu alergi, mejaga pola makan, istirahat yang cukup, serta memperbanyak minum air putih.

(Amanda S. Sinulingga., M.Si., Apt)

 

#apotek #obat #kimiafarmabandung #apotekkimiafarmabandung #infokesehatan

Sumber : ISO Farmakoterapi